Kelapa sawit merupakan tanaman yang banyak digunakan untuk memproduksi minyak masak, minyak industri, dan bahan bakar seperti biodiesel. Kelapa sawit termasuk tanaman dengan nilai keuntungan tinggi apabila dibudidayakan dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, banyak sekali hutan ataupun perkebunan di Indonesia yang diubah menjadi perkebunan kelapa sawit.

Di Indonesia sendiri, perkebunan kelapa sawit banyak ditemukan di beberapa daerah seperti Aceh, pantai timur Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Memangnya, sebegitu pentingkah kelapa sawit sehingga banyak lahan yang dieksploitasi sebagai perkebunan khusus kelapa sawit. Ternyata, banyak sekali media online seperti tanamtanaman.com  yang membahas kelebihan dan kekurangan dari tanaman kelapa sawit.

Kelebihan Tanaman Kelapa Sawit

Selain dijadikan bahan baku pembuatan minyak goreng, mentega, sabun, kosmetika, kawat, dan industri farmasi, ternyata kelapa sawit juga dilaporkan mempunyai berbagai manfaat kesehatan. Berikut beberapa kelebihan lain dari minyak kelapa sawit terhadap kesehatan tubuh, meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

Biji kelapa sawit

Mengatasi Defisiensi Vitamin A

Defisiensi alias gejala kekurangan vitamin merupakan suatu kondisi tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin dalam jumlah secukupnya. Dalam kaitannya terhadap minyak kelapa sawit ialah untuk mengatasi masalah kekurangan vitamin A.

Minyak kelapa sawit pernah dijadikan bahan penelitian dengan menambahkannya ke dalam makanan untuk anak-anak dan ibu hamil. Hasil yang diperlihatkan, anak-anak dan ibu hamil yang konsumsi makanan bercampur minyak kelapa sawit terhindar dari risiko kekurangan vitamin A. Dalam hal ini, tentu ada dosis masing-masing usia. Untuk balita setidaknya 2 sendok makan per hari, 3 sendok makan pe hari untuk anak-anak dan dewasa di atas 5 tahun, dan 4 sendok makan per hari untuk wanita hamil.

Melindungi Otak

Para peneliti menemukan adanya kandungan tocotrienol di dalam kelapa sawit. Tocotrienol ini merupakan sejenis vitamin E yang secara alami diproduksi atau disimpan oleh minyak kelapa sawit. Tocotrienol mempunyai peran untuk mencegah perkembangan lesi pulpa alba di dalam otak. Lesi pulpa alba atau lesi materi putih merupakan gambaran berbagai derajat penuaan saraf dan kerusakan jaringan otak.

Lesi pulpa alba juga dianggap sebagai manifestasi penyakit pembuluh darah serebral. Perkembangan lesi pulpa alba yang tidak dicegah akan membuat seseorang lebih besar terkena risiko penyakit stroke, Alzheimer, dan parkinson.

Kekurangan Tanaman Kelapa Sawit

Tidak ada kelebihan kalau tidak ada kekurangan, begitulah hukum alam, yang juga berlaku untuk minyak kelapa sawit. Meski tadi telah diulas dua manfaat kesehatan dari minyak kelapa sawit, ternyata minyak ini juga kerap dianggap sebagai cikal bakal munculnya kolesterol dalam darah dan penyakit lain.

Racun pada kelapa sawit

Penyakit Jantung

Minyak kelapa sawit didominasi oleh jenis lemak jenuh yang jelas tidak baik untuk kesehatan. Tingginya kadar lemak jenuh pada minyak kelapa sawit akan menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Dengan meningkatnya jumlah kolesterol jahat atau LDL pada tubuh maka akan berdampak pada penumpukan lemak di arteri yang berujung pada masalah kesehatan seperti peredarah darah menuju jantung dan otak terhambat sehingga risiko penyakit jantung dan stroke akan semakin besar.

Pada sebuah penelitian, di suatu negara berkembang banyak dari penduduknya yang mengalami kematian akibat jantung koroner dikarenakan mengonsumsi minyak kelapa sawit dalam jumlah banyak. Sementara dalam studi lain, mengganti minyak kelapa sawit dengan minyak sayur yang rendah lemak bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Mengetahui dampak yang mengerikan, di balik manfaatnya, setiap orang dianjurkan untuk membatasi penggunaan maupun konsumsi minyak kelapa sawit untuk kebutuhan pemenuhan pangan. Lebih baik menggunakan minyak yang rendah lemak agar tubuh bisa terhindar dari risiko penyakit jantung. Mengapa? Karena para ahli telah menyepakati bahwa total kalori harian yang boleh masuk ke dalam tubuh hanya 14 gram tiap 2.000 kalori per hari.

Racun

Dalam sebuah penelitian diungkapkan bahwa minyak kelapa kelapa sawit yang sudah pernah digoreng mengandung produk beracun dan berbau busuk bernama akrolein yang hadir akibat terjadinya pemecahan minyak. Meski jumlahnya tidak banyak, akrolein tetap menjadi zat beracun yang harus diwaspadai oleh tubuh.

Di balik kondisi dilematis tersebut, lebih baik Anda cari sisi yang paling aman. Demi jantung sehat, mulai kini kurangi dan batasi pemakaian minyak kelapa sawit untuk kebutuhan konsumsi. Atau Anda bisa jjuga mengalihkan fungsi dari minyak kelapa sawit sebagai bahan untuk membantu membuat makanan menjadi produk komoditas mengingat kelapa sawit mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.