Indahnya Berbagi Ilmu

Just corat-coret – ninggalin jejak!

Traveling

Mengunjungi Makam Orang Pertama di Pulau Samosir

Pulau Samosir

Ada yang tahu Raja Sidabutar? Menurut cerita, dia adalah orang yang pertama kali menginjakan kaki di Pulau Samosir. Nah, penasaran seperti apa dan bagaimana? Yuk, ikuti kisah perjalanan saya ke tempat yang terbilang sangat bersejarah ini.

Sebelum berangkat dari Jakarta bersama dua orang teman, cari-cari tiket dululah di internet. Kebetulan banget ada promo dari Sriwijaya Air di Traveloka.com nongol di iklan facebook. Gak pake lama, tinggal beberapa kali klik, tiga tiket menuju Bandara Kuala Namu, Medan sudah digengaman. Salah satu diantara teman saya ini berasal dari Tanah Batak, jadi cocoklah sebagai guide perjalan kita kali ini.

Singkat cerita, kami bertiga sudah sampai di areal makam yang berlokasi di Tomok, Kecamatan Simanindo, sekitar 300 meter dari Pelabuhan Tomok.

Makam Raja Sidabutar

Meskipun situs bersejarah, namun kondisi Makam Raja Sidabutar ini terbilang cukup mengenaskan. Areal makam tidak memiliki gerbang atau gapura, ataupun tanda bahwa ini adalah situs bersejarah. Bahkan, lokasinya tidak seperti layaknya makam-makam pada umumnya yang berada di tempat sepi atau terpisah dari keramaian. Lokasi makam ini berada di pemukiman dan juga di tengah keramaian sebuah pasar. Untuk mencapai areal makam, maka kami terlebih dahulu menerobos keramaian pasar yang menjajakan aksesoris dan buah tangan khas Samosir.

Sesampainya di sekitar makam, kami disambut dengan sebuah peti kubur batu (sarkofagus) berupa wadah dan tutup yang di tiap-tiap ujungnya memiliki tonjolan. Warga sekitar biasa menyebutnya dengan nama batu sada, bisa juga disebut parholian.

Batu sada ini tersebar hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, dan juga Humbang Hasundutan. Kendati demikian, parholian ini mayoritas ada di sekitar Pulau Samosir, dan yang hanya ditemukan di beberapa tempat ada di Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.

Menurut catatan akademis para arkeolog yang telah melakukan penelitian sebelumnya, telah teridentifikasi sebanyak sekitar 49 sarkofagus. Di Samosir sendiri jumlahnya sekitar 35, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Toba Samosir dan Tapanuli Utara.

Batu Sada

Namanya juga turis, apalagi orang Jakarta, berfoto ria adalah sebuah keharusan. Untuk sekedar menyatakan “telah berada di sini” dan juga sebagai oleh-oleh cerita kepada teman atau kerabat di rumah. Kami mengambil gambar dan berpose di batu sada yang berukuran kecil. Ukurannya sekitar 100 cm hingga 145 cm untuk panjangnya, dengan lebar sekitar 40 sampai 55 cm, dan tinggi di kisaran 96 hingga 100 cm. Batu-batu tersebut merupakan batuan yang utuh, tidak ada sambungan, dan dipahat tradisional untuk digunakan sebagai kubur batu orang nomor satu di Tomok pada jaman itu, yang tak lain adalah Raja Sidabutar.

Khusus untuk yang satu ini, ternyata usianya sekitar 200 tahun.  Wuiiihhh…!!!! Tua bingitts. Tak hanya itu, usut punya usut, pahatan yang terdapat di kubur batu tersebut juga menyimpan sebuah cerita percintaan. Nampak di kubur batu tersebut wajah Raja Sidabutar dan juga wajah seorang gadis nan cantik jelita. Pahatan sang gadis ini ternyata wujud kecintaan sang raja yang ternyata cintanya tak kesampaian, alias bertepuk sebelah tangan. Duh.., sedih sekali yaa!!

Selain itu, ada juga patung orang bijak asal Aceh, yang menurut cerita menjabat sebagai penasihat sang raja. Beliau juga merangkap jabatan sebagai penglima perang. So pasti, orang ini merupakan salah satu orang kepercayaan sang raja.

Melihat kondisinya yang jauh dari perawatan, rasanya perlu ada usaha dari kita untuk menyebarkan kekayaan budaya Indonesia ini. Tujuannya, supaya muncul kepedulian dari semua pihak (bukan hanya pemerintah) agar memperhatikan situs bersejarah ini. Setuju?

4 Comments

  1. Itu fotonya kayaknya kurang deh. Atau mungkin di bawah foto dijelasin itu foto apa gitu hehehehe… Truuuus… fotomu manaaa? :(

  2. Kalo dipikir-pikir 200 tahun lagi makam kita ada yang ngunjungi nggak ya??

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco

Theme by Anders Norén