Indahnya Berbagi Ilmu

Just corat-coret – ninggalin jejak!

Islam, Renungan

Merasakan Indahnya Malam Pertama

Merasakan Indahnya Malam PertamaIndahnya malam pertama…

Apa kabar sahabatku… ??
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa.
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita.
Sayapun yakin bukan karena apa – apa…
Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita… Tuk
merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata.
Bukan malam pertama masuk ke peraduan, Adam dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang
Mauuut. Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara.
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
Mandipun…harus dimandikan Seluruh badan kita
terbuka….Tak ada sehelai benangpun menutupinya.
Tak ada sedikitpun rasa malu…Seluruh
badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan.
Bahkan lubang – lubang itupun ditutupi kapas putih…

Itulah sosok kita….
Itulah jasad kita waktu itu Setelah dimandikan.. .,

Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna
putih. Kain itu … jarang orang memakainya…
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita…
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki…, diikatkan
Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah kita.
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak keliling kampong bertandukan
tetangga. Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita.
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga. Serta rasa haru para handai taulan.
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat… Saksi – saksinya
nisan-nisan. yang tlah tiba duluan. Siraman air
mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya…. .Tiba masa pengantin…
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh
langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH…Ditemani rayap –
rayap dan cacing tanah……….. Di kamar bertilamkan
tanah…. Dan ketika 7 langkah tlah pergi….Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat….
.Kita tak tahu apakah akan memperoleh. Nikmat Kubur….Ataukah kita
kan memperoleh Siksa Kubur…..Kita tak tahu…dan tak seorangpun
yang tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau…..
ketakutan… .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima.
Kita sungkan sekali meneteskan air mata… Seolah barang berharga yang
sangat mahal…

Dan Dia Kekasih itu…. Menetapkanmu ke syurga..
Atau… melemparkan dirimu ke
neraka…. Tentunya kita berharap menjadi ahli
syurga…
Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama
ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga ??? ??? ???

Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak
menemanimu Bukan aku tak
setia…Bukan aku berkhianat.. ..Tapi itulah komitmen
azali tentang
hidup dan kehidupan, Tapi percayalah.. .aku pasti kan
mendo’akanmu.
..Karena …aku sungguh menyayangimu. ..
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a…semoga kau jadi ahli syurga. Amien

Sahabat….. , jika ini adalah bacaan terakhirmu. Jika
ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu Ambillah
hikmahnya… . Tapi jika ini adalah salahku…maafkan aku….
Terlebih jika aku harus mendahuluimu. …Ikhlaskan dan
maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu.
….kalau tulisan ini ada manfaatnya.. .. Silakan di print out dan kau
simpan sebagai renungan…
Siapa tahu …suatu saat kau ingat padaku Dan…aku
tlah di alam lain…. Satu pintaku padamu… Tolong do’akan aku…

inilah mobil yang biasa kita naikin

Toyota Alphard

dan inilah yang selanjutnya kita naikin

Tempat ke negeri kubur

inilah tempat tidur kita sekarang

Springbed

dan inilah tempat tidur kita nanti

Dalam Kubur

inilah tempat tinggal kita sekarang !

Kawasan Elit

dan inilah tempat tinggal kita nanti !

Kuburan

Sumber : Indahnya Malam Pertama

3 Comments

  1. Puisi yang sangat menyentuh sampe-sampe ga ada yang berani komentar, sampe-sampe saya pertamax

  2. Subhanallah, jadi merinding bacanya,,,,,
    Makasih banyak dah mengingatkan, qt saling mendoakan agar ridhoNya slalu menaungi kita semua…amin :unhappy:

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco

Theme by Anders Norén