Indahnya Berbagi Ilmu

Just corat-coret – ninggalin jejak!

Tips dan Trik

Mengenal Jenis Universal Joint Pada Mobil Yang Sering Kita Gunakan

Mengenal Universal Joint Pada Mobil

Tahukah anda bahawa adanya gerakan pada tubuh mobil yang terjadi secara tidak stabil atau naik turun, akan membuat mesin menjadi turun atau tidak sama lagi dengan posisi roda mobil yang kita gunakan. Nah, jika hal ini terjadi, tentu akan membuat perputaran ataupun transmisi antara roda belakang yang digerakan oleh poros profeller menjadi terganggu. Nah universal joint sangat dibutuhkan dalam situasi ini. Apa yang bisa diuntungkan dari penggunaan universal joint? Tentu saja bisa mencegah terjadinya loss power. Sehingga bisa memaksimalkan aliran dari putaran yang ada pada poros profeller.

Universal joint yang ada, bisa dipadang diantara sambungan-sambungan yang bergerak layaknya siku lengan manusia. Sehingga anda akan membantu kontruksi yang ada. Anda akan menjadikannya kuat dan juga fleksibel. Jadi anda tidak akan mempengaruhi pergerakan naik turunnya bodi mobil, sehingga tidak berpengaruh pula pada proses transfer tenaga. Nah, bagi anda yang baru belajar dunia mobil. Ada baiknya jika anda mengenal terlebih dahulu apa saja jenis-jenis universal joint yang ada.

1.Univom velocity joint

Jenis joint yang satu ini bisa membantu kecepatan sudut yang lebih maksimal. Sehingga bisa mengurangi kebisingan dan juga vibrasi yang ada. Namun tentu saja, ada harga ada kualitas. Nah, untuk jenis universal joint yang satu ini harganya bisa dikatakan cukup tinggi. Karena biasanya jenis yang satu ini digunakan pada kendaraan yang sudah menggunakan sistem pemindah dengan daya tipe front engine front drive.

2. Slip joint

Kemudian untuk slip pont, dia memiliki panjang yang mudah berubah-ubah, terutama pada bagian propeller shaftnya. Perubahan ini biasanya disebabkan oleh adanya perubahan antara transmisi dan juga poros-poros bagian belakang. sehingga bagian ujung propeller shaft ini yang dihubungkan dengan sebuah poros output transmisi. Memiliki alur atau jalur khusus untuk pemasangan jointnya. Nah, hal inilah yang bisa menyebabkan adanya perpanjangan propeller shaft yang sudah disesuaikan dengan jarak output shaft yang ada.

3. Hook joint

Hook joint adalah jenis yang menggunakan dua buah yoke. Dimana salah satu yoke yang digunakan akan digabungkan dengan propeller shaft. Dan bagian yoke yang satunya akan digabungkan dengan sleeve, spider, dan juga bearing. Nah, untuk mencegah keruskaan yang cepat. Biasanya sebagian spider yang dihubungkan dengan roller bearingakan dibuat lebih padat dan keras. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi gesekan yang nantinya akan terjadi. Maka dari itu, biasanya bentuk bearing yang digunakan adalah bentul roller yang akan ditutup dengan cup. Hal ini dimaksudkan agar si bearing ini tidak akan lepas meskipun propeller shaft berputar dengan kecepatan yang tinggi. Andaa bisa juga memasangkan antara yoke dengan snapring atau lock plate.

4. Trunion joint

Jenis universal joint yang satu ini adalah kombinasi antara slip joint dan juga hook joint. Di dalam tubuh trunion joint, akan ada sebuah alur yang dimanfaatkan untuk tempat masuknya propeller shaft dan juga ujung pin yang dipasangkan dengan bola bentangan. Memang benar bahwa model yang satu ini jarang digunakan. Hal ini dikarenakan dalam pemindahan daya yang dihasilkan kurang maksimal.

5. Flexibel joint

Flexible joint biasanya terdiri dari rubber coupling, coupling, dan juga sleeve yoke yang diikat dengan sebuah baut. Model yang satu ini banyak memiliki keuntungan. Beberapa diantaranya adalah tidak mudah rusak, tidak memerliukan minyak, tidak berisik, dan juga lebih maksimal dalam kinerjanya. Maka dari itu, jika anda tertarik dengan jenis joint yang satu ini. Anda harus mengunjungi logam-makmur.com, disinilah tempat terlengkap dan terpercaya.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén